Visual Dunia Gemerlap dan Komersialisasi dari Pandangan Ryo Monkey Bar

Visual Dunia Gemerlap dan Komersialisasi dari Pandangan Ryo Monkey Bar

Dunia gemerlap dunia malam di kota Medan selalu diisi dengan dentuman musik kencang
dan keras dari Musik EDM yang dimainkan oleh seorang DJ di suatu klub malam atau bar
yang berada di pusat kota tersebut. Namun, dunia gemerlap tersbut juga tidak lengkap
tanpa visualisasi layar dan cahaya di klub malam yang diatur oleh seorang Visual Jockey atau
VJ.
VJ merupakan perancang visual dan cahaya yang dilakukan secara real-time yang berfungsi
untuk mengiringi suara musik yang diputar oleh seorang DJ dan visual tersebut diatur
seirama dengan musik yang dimainkan oleh DJ tersebut. Tanpa VJ, visual yang mendukung
musik pun tidak terasa lengkap oleh pengunjung klub malam. Menjadi VJ pun harus memiliki
kemampuan untuk berimajinasi yang tepat dan penguasaan program yang didedikasikan
untuk memanipulasi visual tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ryo Purba, seorang Visual Jockey yang sudah lama
melanglang buana di dunia gemerlap untuk membuat, mendesain, dan mengatur visual dan
cahaya dari Entrance, klub malam yang sekarang sudah tutup dan sekarang menjadi
penanggung jawab utama untuk urusan visual dan cahaya di Monkey Bar. “Aku udah jadi VJ
itu dari 2009 dari Entrance yang udah tutup dari awal buka walau pada awalnya aku
penanggung jawab untuk urusan sound engineering sih di klub itu, dan menjadi VJ utama
disana dari tahun 2013.”, Ujarnya. Selain menjadi Resident VJ untuk Monkey Bar, ia juga
pernah menjadi VJ untuk Yellow Claw saat mereka main di klub Retrospective, Al Ghazali, DJ
Yasmin dan menjadi VJ untuk launching mobil Mitsubishi Xpander. Menjadi VJ menurutnya
membutuhkan tangan cepat untuk menampilkan visual yang seharmonis dengan lagu yang
diputarkan DJ. “Yah, yang pasti selain harus menguasai program khusus VJ kaya Resolume
dan Adobe After Effect, Komputer yang mumpuni dari segi fitur kaya prosessornya harus i7
dan RAM minimal 16GB, tangan kita juga harus cepat dan seharmonis lagu yang dimainkan
oleh DJ juga.” Menurutnya pekerjaan DJ menjadi kenikmatan sendiri karena bisa
mengeksplorasi dan mengatur visual di klub malam dan disamping itu gaji yang ditawarkan
untuk menjadi seorang VJ juga cukup lumayan. “yah minimal sebulan dapat diatas 3 jutaan
lah dan disamping itu kita juga sering dipanggil untuk acara acara launching produk dan itu
biasanya dapet satu jutaan untuk satu event yang berdurasi 2-3 jam . Yang menjadi
kekurangan dari pekerjaan ini adalah harus tahan bergadang aja.” Ungkapnya.
Menurutnya, peminat VJ di kota Medan juga sudah besar karena menurutnya banyak yang
minta diajarkan olehnya. “Peminat pekerjaan ini sebenarnya cukup besar sih tapi, demand
untuk menggunakan jasa ini kurang karena ga banyak klub atau bar yang punya peralatan
yang mumpuni untuk menunjang pekerjaan ini dan hal ini terkendala oleh mahalnya alat
tersebut. Jadi kalau masalah visual di klub atau bar di Medan, pemilik bar atau klub biasanya
kurang begitu memperhatikan masalah visual dan cahaya ditempat yang ia miliki, sih.”
Tutupnya. Oleh : Anda Winata

Leave a Reply