Sekejap Tentang Fruity Loops Lewat Perspektif AKA Mic

Sekejap Tentang Fruity Loops Lewat Perspektif AKA Mic

Oleh : Anda Winata Peranginangin
FL Studio atau yang lebih dikenal awam dengan Fruity Loops merupakan DAW (Digital Audio
Workstation atau program pemrosesan audio digital) yang banyak digunakan oleh para
pembuat beatmaker hip hop di Indonesia. Hal ini dikarenakan program yang dibuat oleh
perusahaan kecil asal Belgia, Image-Line tersebut intuitif, memiliki fitur lengkap dan harga
yang lumayan murah dibandingkan program atau software yang sejenis. Dahulu, banyak
yang berpandangan sinis dengan program ini karena terlalu mudah digunakan dan terkesan
seperti “mainan anak-anak”. Namun, pada masa sekarang ini, program tersebut banyak
digunakan baik oleh musisi hip-hop atau EDM seperti Southside, Mike Will Made It, 9th
Wonder, Avicii, Madeon, Afrojack dan masih banyak lagi. Bahkan Soulja Boy membuat hits
terpopulernya, “Crank Dat” hanya dengan menggunakan Fruity Loops.
Frekuensi Antara pun bertanya kepada Ignatius Ferdy atau yang lebih dikenal dengan AKA
Mic, seorang beatmaker hip-hop asal Medan yang menggunakan program tersebut sebagai
alat produksi karya yang ia buat. “Aku pakai Fruity Loops karena program tersebut enak
digunakan dan itu adalah program pertama yang aku tahu dalam membuat musik.”
Menurutnya program tersebut memiliki sampler yang bisa digunakan untuk manipulasi
sampel suara untuk membuat musik melalui sequencer atau bisa melalui piano roll yang
memiliki manfaat besar dalam mengaransemen lagu tanpa menggunakan midi controller.
“Yah, plugin bawaannya banyak dan kalau pun aku kurang sreg dengan plugin bawaan, aku
bisa tambah plugin kaya Steinberg Hypersonic, Purity, atau Native Instruments. Dan kalau
urusan sampel bawaan Fruity Loops sendiri, aku kurang sreg jadi pakai sampel suara
gratisan dari internet kaya sampelnya DJ Premier, Timbaland, atau Scott Storch.”
Ia mengaku menggunakan Fruity Loops sejak tahun 2007 dalam membuat lagu walau pada
saat itu ia hanya menggunakan beat buatannya untuk pribadi dan belum berani membuat
beat untuk orang lain. Ia mulai berani membuat beat untuk orang lain pada tahun 2009 dan
sampai sekarang sudah banyak rapper hip-hop yang meminta untuk dibuatkan beat darinya.
“Yang udah minta beat sama aku juga udah lumayan banyak sih, Lil’ Yo yang paling sering,
terus One Face, Almamosca, grup hip-hop asal Karawang, lalu Kira Livia dan Medan Rap
2010 sih.”, ujarnya.
Untuk kekurangan Fruity Loops yang ia gunakan saat ini, ia merasakan program tersebut
sangat lambat untuk merekam suara karena latency program tersebut. “Kalau untuk
recording vokal aku lebih suka sewa studio untuk pakai Cubase sih, hahaha. Karena sadar
kalau Fruity Loops itu lambatnya bikin frustasi kalau urusan recording suara.”, tutupnya.

Leave a Reply